Jumat, 21 November 2008

Birdisme..

Kadang kala aku meminta Tuhan untuk melambungkan aku ke atas, dalam setiap doaku setiap keluh kesahku kepada Tuhan, selalu aku pinta agar aku bahagia, melayang, melayang dalam kebahagiaan yang indah. Dan akhirnya semua doa itu terkabul. Aku terbang, melayang tinggi dalam kehidupanku yang sempurna ini, sungguh bahagia, terus terbang dengan bahagianya aku, terbang tinggi, tinggi sekali, tetap bahagia.

Tiba tiba ketika aku berada di langit yang paling atas, terbuai dengan kebahagiaanku,Tuhan berkata kalau saat ini waktuku untuk turun,, ,, hey,, aku di atas, bagaimana caranya untuk turun?? Oh tidak, aku lupa. Aku selalu meminta kepada Tuhan untuk membuatku terbang. Tapi aku lupa, lupa untuk meminta kepada Tuhan caranya aku turun dengan selamat. Aku lupa untuk meminta itu, dan sehingga ketika saatnya aku harus turun, aku panik, ku kepakkan kedua sayapku agar aku tidak terjatuh, tapi segala usaha yang ku lakukan sia sia karena ini sudah saatku untuk turun. Terus berusaha mengepakkan sayapku, masih tidak bisa menerima, sampai akhirnya aku lelah mengepakkan sayapku.

Aku terima, aku harus turun, dan akhirnya aku pun terjatuh, menukik dengan tajam, tersungkur di tanah dengan luka luka yang begitu perih. Sayapku patah, entah apa aku bisa terbang lagi atau tidak. I’m dying.. oh tidak.. tapi aku yakin aku akan selamat, akan ada yang menolongku nanti, entah kapan, tapi pasti datang. Dan dalam penantianku itu aku berdoa “ Ya Tuhan jika engkau menerbangkanku ke atas, ajari aku juga untuk bersyukur kepadamu sehingga jika tiba saatnya aku harus turun, aku tau caranya untuk turun dengan selamat tanpa luka-luka yang berarti.”


ps: terbang tidak selamanya indah, dan jatuh tidak selamanya sakit

Tidak ada komentar: